Tampilkan postingan dengan label generik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label generik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

My Family (ETIKAL KF) di CILOTO


Beberapa minggu yang lalu team etikal mengadakan acara Training Product  di Mess Kimia Farma Ciloto dengan suasana kekeluargaan dan cuaca yang sangat dingin. Pada kesempatan tersebut di bagi 2 periode , Periode Pertama team Pritim ( Cirebon + Tasik) dengan Kepala Suku Mr. Ichsan J , team Jaya 2 Alpha Mr. Dhani, Team Bekasi Gamma Mrs. Nuning, Team Bogor Mr. Tresna dan Team Jabar Mr. Meippy.

Periode Kedua Team Jaya ALL dan Pontianak yang di Komandoi oleh Area Manager Jaya. Mr. Gemi, Mr. Josia, Mrs. Ina K, Dan dari Pontianak Mr. Rusman.

Inilah kondisi alam di mess Kimia Farma saat pagi hari sangat suegar nyaman... uenake poll....
Acara pertama dibuka langsung oleh sesepuh Etikal Mr. Cherman selaku Manager Etikal kemudian dilanjutkan dengan presentasi Mr. Sapto Selaku Sales Manager Kenamaan di 2 perusahaan besar skala Nasional,... kemudian product Knowledge di sampaikan para Product Manager yt,: Mr Sandy, Mr. Andrew , Mr. Ridho dan Mrs. Annisa Trainer From Garut.... kemudian ada Mrs. Wulan & Mrs Novita yang telah mensupport acara ini....Serta Nugrah sabagai Fotografer Etikal.

Pada periode pertama Direktur Pemasaran Bpk. Wahyuli Syafari Apt.  memberi pengarahan kepada team Etikal yang kemudian sangat memotivasi kepada team etikal KF..... pada saat Dirpem mengisi acara ada beberapa kuis-kuis yang disampaikan dan  ada Area Manager yang sangat Cerdas dan beruntung dengan dapat Reward 1 Jt langsung.... Cash dan malam langsung buat traktir kita2 . ... sate Mrangi... pulang jam 02.00 dengan koordinator begadang Mr. Sandy

Training produk oleh Mr. Andrew mengenai Haemoctin, Mr Sandy produk Clopedin dan Mr Ridho mengenai Primet

Suasana saat presentasi product knowledge dan Post Test :



 Pada kesempatan tersebut juga para jawara ikut memeriahkan acara, baik The Best Product Knowledge, The Best Activity Call , inilah juaranya




Selain acara inti Product Knowledge ada acara selingan di antaranya Futsal dan lomba makan Teh mentah, berikut liputannya..

Inilah pemenang makan teh langsung dari kebun ... katanya biar pada langsing semua peserta cewek all yang takut tembem..... 


Lha foto di bawah Inilah penikmat Teh sejati.... Nikmat tiada tara, ada satu lagi penikmat Teh tapi sayang dah terbang ke Banjarmasin mr Sandy...... Kebun Teh milik PTPN VIII ini juga tersedia Kafe khusus minum teh langsung di tengah-tengah kebun..... Minum tehnya juga bisa di temeni te-teh2... kwkwkw....

Ini Teh nya ....dengan sedikit gula tetap Nikmat,,,


Lg sama Ustad Ridho... Katanya:  sholat khusyu..bagaikan minum teh di sruput pelan2 dirasa benar2, damai... tenang....dan diulang-ulang...



Pelayan di Kafe ini juga ramah-ramah tuh lihat...


OOO..., lupa thanks berat buat Pak Taswin yang sudah menghidangkan semua konsumsi kita, lebih nikmat dibanding snack Hotel Bintang  5 ini makanan yang super nikmat by  Istri Pak Taswin.


Untuk Selanjutnya aku capek ngetiknya... lihat foto2 untuk di kenang di masa yang akan datang...
Penonton Futsal  di atas bukit

My Team
Saatnya Pulang Kembali ke Jakarta




Saat bersama team khusus Pejantan Malam dengan koordinator Begadang Mr sandy di Sate Mranggi..        I Love You Full.... di sponsorsi full Mr Tresna, thanks ya traktirannya



Kebun Teh Gunung Mas


Korban-Korban Kedinginan...Pria-pria kesepian....





Entar klo pas senggang waktunya  saya tampilkan gambar-gambar lain dan edit cerita lucu-cunya ya...wis kesel son ngetiknya.....

Senin, 24 Januari 2011

KOLESTEROL


Kolesterol

Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah (junkfood). Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.
Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu. LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah. Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang "baik" karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.
Penyebab kolesterol
konsumsi makanan yang tinggi lemak dan sumber kolesterol (seperti makanan berminyak, bersantan, makanan fast food) , alkohol dan gula yang berlebihan.
Penanganan hiperkolesterol
• Makanlah makanan tinggi serat, gunakan minyak mufa (mono-unsaturated fatty acid) dan pufa (poly-unsaturated fatty acid), suplementasi minyak ikan, vitamin antioksidan dan pertahankan berat badan ideal.
• Apabila pengatura gaya hidup tidak mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, maka pasien harus mengkonsumsi obat. Obat yang dapat digunakan yaitu :


a. Golongan asam fibrat à Gemfibrozil, Fenofibrate dan Ciprofibrate.
Fibrate menurunkan produksi LDl dan meningkatkan kadar HDL. LDL ditumpuk di arteri sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung, sedangkan HDL memproteksi arteri atas penumpukkan itu.
b. Golongan resin à Kolestiramin (Chlolestyramine)
Obat antihiperlidemik ini bekerja dengan cara mengikat asam empedu di usus dan meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah.
c. Golongan Penghambat HMGCoa reduktase à Pravastatin, Simvastatin, Rosavastatin, Fluvastatin, Atorvastatin.
Menghambat pembentukan kolesterol dengan cara menghambat kerja enzim yang ada di jaringan hati yang memproduksi mevalonate, suatu molekul kecil yang digunakan untuk mensintesa kolesterol dan derivat mevalonate. Selain itu meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah.
d. Golongan Asam nikotinat à niasin
Dengan dosis besar asam nikotinat diindikasikan untuk meningkatkan HDL atau kolesterol baik dalam darah
e. Golongan Ezetimibe
Menurunkan total kolesterol dan LDL juga meningkatkan HDL dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol di usus.
Sumber : farmasiku.com

Selasa, 18 Januari 2011

TIPS ATASI DIARE PADA ANAK



DIARE







Apa yang dimaksud dengan DIARE ? :
Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan :
Kepadatan tinja yang lembek atau cair, Bahkan dapat berupa air saja,
Dan frekuensinya lebih sering (biasanya 3 kali atau lebih / hari).

Apa penyebab DIARE ? : Akibat bakteri , virus, Malabsorsi ,Alergi atau Keracunan

Jenis – Jenis DIARE :
Diare Akut à berlangsung kurang dari 14 hari
Diare Kronis à berlangsung lebih dari 14 hari

LIMA LANGKAH TUNTASKAN DIARE
 Berikan ORALIT sampai diare berhenti, untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi.
 Berikan obat ZINK selama 10 hari berturut – turut, mengurangi parah dan mempercepat sembuhnya, meningkatkan ketahanan tubuh agar mencegah berulangnya diare selama 2 – 3 bulan.
 Teruskan pemberian ASI / minum dan makan.
 Antibiotik diberikan selektif.
 Mintalah nasehat ke petugas kesehatan.

ORALIT
 ORALIT adalah campuran garam elektrolik, yang berfungsi untuk menjaga kekurangan cairan yang dibutuhkan dalam tubuh, yang terbuang karena diare.
 Oralit yang beredar sekarang, ORALIT Formula Baru dengan osmolaritas rendah à mengurangi mual dan muntah.

Perbedaan Oralit baru dengan yang lama adalah :
 konsentrasi Natrium yang terkandung didalamnya, yaitu 75 mEq/L,
 sedangkan Glukosa 75 mmol/L sehingga total osmolaritasnya 245 mosm/L
ZINK
 ZINK adalah zat gizi (mikro nutrient) yang penting untuk kesehatan dan
pertumbuhan anak.

Obat Zink 20 mg / tablet berdasarkan BPOM Tahun 2007 merupakan obat diare (dot
biru), jika diberikan sesuai dosis, aman untuk anak balita.
MANFAAT ZINK
 Dengan diberikan selama 10 hari berurut – turut walau diare sudah berhenti, obat
ZINK terbukti dapat mempercepat kesembuhan, karena :
 Memperbaiki dinding usus halus yang rusak,
 Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
 Menurunkan keparahan diare untuk 2 – 3 bulan kedepan
 Membantu pertumbhan anak
 Meningkatkan nafsu makan
DOSIS ZINK
* < 6 Bulan : ½ Tablet / hari selama 10 – 14 Hari
* > 6 Bulan : 1 Tablet / hari selama 10 – 14 Hari




CARA PEMAKAIAN:
1. Masukkan Tablet Zink kedalam satu sendok makan berisi air putih matang
2. Larutkan tablet Zink dengan cara digoyang-goyang atau diaduk
3. Setelah tablet Zink larut dapat segera diminum

ZINK dapat di beli disemua apotek mintalah yang generic karena lebih murah namun khasiat sama dengan produk bermerk. Di Puskesmas disediakan secara GRATIS karena merupakan daftar obat esensial.

Selasa, 02 November 2010

CARA BIJAK MEMILIH OBAT


Ketika mendengar obat generik, umumnya orang akan langsung mengasumsikannya sebagai obat kelas dua, artinya mutunya kurang bagus. Obat generik pun kerap dicap obat bagi kaum tak mampu.

Faktanya tidak demikian. Kurangnya informasi seputar obat generik adalah salah satu faktor penyebab obat generik dipandang sebelah mata. Padahal dengan beranggapan demikian, selain merugikan pemerintah, pihak pasien sendiri menjadi tidak efisien dalam membeli obat

Membeli obat tidak bisa disamakan dengan membeli barang elektronik. Umumnya harga barang elektronik sebanding dengan kualitasnya, dimana semakin mahal harganya maka semakin bagus kualitasnya.

Padahal nama obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Ada dua jenis obat generik, yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya. Dalam obat generik bermerek, kandungan zat aktif itu diberi nama (merek). Zat aktif Amoxicillin misalnya, oleh pabrik ”A” diberi merek ” Ipincillin”, sedangkan pabrik ”B” memberi nama ”Upinicilin” dan seterusnya, sesuai keinginan pabrik obat. Dari berbagai merek tersebut, bahannya sama: amoxicillin.zat berkhasiat yang dikandung obat generik sama dengan obat bermerk. “Orang kan makan generiknya bukan merknya, karena yang menyembuhkan generiknya(Zatnya), Maksud Mbok…

Contoh : Obat sakit Gigi Asam Mefenamat (obat analgesic penghilang rasa sakit ) yang banyak beredar Misalkan Ponstan(Maaf hanya sebagai contoh nyata dan memudahkan pemahaman masyarakat) untuk, di apotek Ponstan dijual Rp. 1.500,- sd 2.000/tablet sedangkan Generiknya Cuma Rp.164,-/tablet itu sudah Harga Eceran Tertinggi lho.., Padahal Ponstan isinya sama persis Asam Mefenamat..Berapa kali lipat 10 kali lipat harga generiknya,. Masih mo makan merknya….

Untuk yang rawat Inap banyak obat-obat antibiotic Injection harga generic per vial Rp. 50.000,- harga yang bermerk Rp.200.000,- 400.000, sehari 2 x selama 5 hari berapa Anda harus merogoh Kantong, belum obat lain dan biaya inap…MINTALAH OBAT GENERIK ke Dokter atau Apotek Anda, Minta Generik adalah hak Pasien.

BAGAIMANA KUALITAS OBAT GENERIK
Kualitas obat generik tidak kalah dengan obat bermerk karena dalam memproduksinya perusahaan farmasi bersangkutan harus melengkapi persyaratan ketat dalam Cara-cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu juga ada persyaratan untuk obat yang disebut uji Bioavailabilitas/Bioekivalensi (BA/BE). Obat generik dan obat bermerk yang diregistrasikan ke BPOM harus menunjukkan kesetaraan biologi (BE) dengan obat pembanding inovator.

Uji BA/BE diperlukan untuk menjaga keamanan dan mutu obat generik. Dengan demikian, masyarakat terutama klinisi mendapat jaminan obat yang sesuai dengan standar efikasi, keamanan dan mutu yang dibutuhkan .

KENAPA OBAT BERMERK LEBIH MAHAL
Obat be merk/branded lebih mahal karena sistem pemasaran perusahaan farmasi di indonesia ini masih memberi reward pada dokter yang meresepkan obat tersebut jadi sebagian keuntungan dari obat branded itu masuk ke kantong dokter serta biaya promosi baik di media cetak maupun televisi. Sedangkan Obat Generik tidak ada biaya-biaya tersebut.

PILIHAN MENGGUNAKAN OBAT BERMERK/BRANDED
Akan sangat tepat menggunakan obat bermerk/ branded jika memang produk tersebut belum diproduksi generiknya atau produk bermerk tersebut merupakan kombinasi beberapa bahan aktif(generik). Misalnya Neozep Kandungan bahan aktif (generic) Meliputi : Phenylephrine HCl 25 mg, chlorphenamine maleate 2 mg, paracetamol 500 mg. Jika kita menginginkan generiknya kurang bijak karena kita harus menelan 3 tablet sedangkan produk bermerk cukup satu tablet. Oke;;jeck…

Mintalah OBat Generik

Minggu, 16 Mei 2010

FLUCONAZOLE KF

SUDAH SEHARUSNYA MIYABI TAHU TENTANG FLUCONAZOLE


Fluconazole Kapsul 150mg yang merupakan Generik Pertama di Indonesia,
1. Nama Produk : Fluconazole150mg
2. Kategori Produk : OGB
3. Kemasan : Dus 1 Strip x 10 Kapsul
4. No. Registrasi : GKL0612423301B1
5. HNA : Rp. 200.000,- (excl PPN)

TERSEDIA DI SEMUA APOTEK KIMIA FARMA

Antijamur

Obat antijamur terdiri dari beberapa kelompok yaitu : kelompok polyene (amfoterisin B, nistatin, natamisin), kelompok azol (ketokonazol, ekonazol, klotrimazol, mikonazol, flukonazol, itrakonazol), allilamin (terbinafin), griseofulvin, dan flusitosin.

Farmakologi : Flukonazol merupakan inhibitor cytochrome P-450 sterol C-14 alpha-demethylation (biosintesis ergosterol) jamur yang sangat selektif. Pengurangan ergosterol, yang merupakan sterol utama yang terdapat di dalam membran sel-sel jamur, dan akumulasi sterol-sterol yang mengalami metilase menyebabkan terjadinya perubahan sejumlah fungsi sel yang berhubungan dengan membran. Secara in vitro flukonazol memperlihatkan aktivitas fungistatik terhadap Cryptococcus neoformans dan Candida spp.



Spektrum : Spektrum aktivitas antijamurnya sama dengan ketokonazol. Fluconazole memiliki spectrum yang luas meliputi Blastomyces dermatidis, Cocciodioides immitis, Cryptococcus neoformus, Histoplasma capsulatum dan Paracoccidioides brasiliensis. Obat ini aktif terhadap Candida albicans, C. tropicalis, dan C. parapsilosis, namun tidak peka terhadap C. krusei dan Torulopsis glabrata (sekarang diklasifikasikan ke dalam spesis Candida glabrata). Fluconazole aktif di dalam dermatophytosis namun tidak efektif di dalam aspergillosis dan mucormycosis. Pada pasien penderita neutropenik, manifestasi resistensi fluconazole yang paling umum adalah pada seleksi spesis Candida yang tidak biasa dijumpai, seperti C. krusei, yang memiliki resistensi intrinsik terhadap obat ini.



Farmakokinetik : Flukonazol larut air dan cepat diabsorpsi sesudah pemberian oral, dengan 90% bioavailabilitas, 12% terikat pada protein. Obat ini mencapai konsentrasi tinggi dalam LCS, paru dan humor aquosus, dan menjadi obat pilihan pertama untuk meningitis karena jamur. Konsentrasi fungisidanya juga meningkat dalam vagina, saliva, kulit dan kuku.

– Pengobatan secara oral dengan fluconazole mengakibatkan terjadinya absorpsi obat secara cepat dan hampir sempurna. Konsentrasi serum identik diperoleh setelah pengobatan secara oral dan secara parenteral yang menunjukkan bahwa metabolisme tahap awal (first-pass metabolism) obat tidak terjadi. Konsentrasi darah naik sesuai dengan dosis dengan tingkat dosis yang bermacam-macam. Dua jam setelah pemberian obat secara oral dengan dosis 50 mg, konsentrasi serum dengan kisaran 1,0 mg/l dapat diantisipasi, namun hal ini terjadi hanya setelah dosis ditambah secara berulang-ulang hingga mencapai 2,0 sampai dengan 3,0 mg/l.

– Pengobatan fluconazole secara oral atau secara parenteral menyebabkan percepatan dan penyebaran distribusi obat. Tidak seperti obat antifungal azol jenis lainnya, protein yang mengikat fluconazole memiliki kadar yang rendah (sekitar 12%). Hal ini menyebabkan tingginya tingkat sirkulasi obat yang tidak terikat. Tingkat sirkulasi obat yang tidak terikat pada sebagian besar kelencar dan cairan tubuh biasanya melampaui 50% dari konsentrasi darah simultan.

– Tidak seperti obat anti jamur azole jenis lain, fluconazole tidak dapat dimetabolisme secara ekstensif oleh manusia. Lebih dari 90% dari dosis yang diberikan tereliminasi ke dalam urin: sekitar 80% dalam bentuk obat-obatan asli (tidak berubah komposisinya) dan 10% dalam bentuk metabolit. Tidak ada indikasi induksi atau inhibit yang signifikan pada metabolisme fluconazole yang diberikan secara berulang-ulang.

– Sarana eliminasi utama dalam hal ini adalah ekskresi renal obat-obatan yang tidak dapat dirubah komposisinya. Pada pasien yang memiliki fungsi renal normal, terdapat sekitar 80% dari jumlah dosis yang diberikan tercampur dengan urin dengan bentuk yang tidak berubah dan konsentrasi > 100 mg/l. obat jenis ini dibersihkan melalui filtrasi glomerular, namun secara bersamaan terjadi reabsorpsi tubular. Fluconazole memiliki paruh hidup serum selama 20-30 jam, tetapi dapat diperpanjang waktunya jika terjadi gangguan pada fungsi renal, dengan pemberian dosis terhadap pasien yang memiliki tingkat filtrasi di bawah 50 ml/menit. Fluconazole akan hilang selama haemodialysis dan pada sejumlah kasus terjadi selama dialysis peritoneal. Sessi haemodialysis selama 3 jam dapat mengurangi konsentrasi darah hingga sekitar 50%.



Indikasi : infeksi sistemik, kandidiasis mukokutan, vaginal candidiasis.



Kegunaan Terapi : Fluconazole dapat digunakan untuk mengobati candidosis mukosa dan candidosis cutaneous. Selain itu, obat ini juga efektif untuk perawatan berbagai jenis gangguan dermatophytosis dan pityriasis versicolor.

Fluconazole adalah jenis ramuan obat yang menjanjikan bagi perawatan penyakit candidosis stadium lanjut/berat pada pasien yang tidak menderita neutropenia, namun sebaiknya tidak digunakan sebagai pilihan utama pada pasien neutropenia kecuali jika terdapat alasan-alasan tertentu. Fluconazole telah terbukti bermanfaat untuk perawatan prophylaktat terhadap penyakit candidosis yang diderita oleh pasien pengidap neutropenik. Fluconazole tidak tidak efektif untuk mengobati aspergillosis dan mucormycosis.

Fluconazole merupakan jenis obat-obatan yang ampuh untuk mengatasi meningitis cryptococcal, tetapi tidak boleh dijadikan prioritas utama untuk pasien pengidap AIDS kecuali jika terdapat alasan-alasan tertentu. Fluconazole terbukti lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi dibandingkan amphotericin B untuk mengobati atau mencegah terjadinya cryptococcosis pada pasien penderita AIDS.

Fluconazole saat ini menjadi jenis obat yang menjadi pilihan banyak dokter untuk mengobati pasien penderita meningitis coccidioidal. Syaratnya, pasien tersebut harus tetap mengkonsumsi fluconazole selama hidupnya agar mencegah munculnya kembali penyakit yang sama.



Dosis & Cara Pemberian : Flukonazol tersedia dalam bentuk kapsul 50 dan 150 mg dan infus 2 mg/ml. Dosis tunggal 150 mg. Modifikasi dosis perlu dilakukan pada pasien dengan gangguan ginjal..

Fluconazole merangsang terjadinya absorpsi secara sempurna pada saat dilakukan pengobatan secara oral, sehingga jenis pengobatan oral menjadi prioritas utama. Flukonazol dapat dipakai dengan atau tanpa makanan Jika pemberian obat pada pasien tidak memungkinkan untuk diberikan lewat mulut, maka fluconazole diberikan dalam bentuk larutan intravena, atau melalui infus dengan kadar infus 5-10 ml/menit.

– Vaginal candidosis dapat diobati dengan fluconazole oral dengan dosis 150 mg. Sedangkan Oropharyngeal candidosis diobati dengan dosis 50-200 mg/hari selama 1-2 pekan. Candidosis jenis Oesophageal dan mucocutaneus serta candidosis saluran kencing bagian bawah memerlukan fluconazole dengan dosis 100-200 mg/hari yang diberikan selama 2-4 pekan.

– Dosis yang disarankan untuk pasien penderita cryptococcosis atau candidosis stadium lanjut adalah 400 mg/hari. Namun demikian, sejumlah praktisi klinik telah menggunakan dosis yang lebih tinggi lagi untuk mengatasi infeksi-infeksi yang membahayakan nyawa pasien. Lama waktu atau durasi perawatan akan berbeda sesuai dengan kondisi pasien itu sendiri, bergantung pada sifat dan jangkauan infeksi serta penyakit yang mendahuluinya. Diperlukan sekurang-kurangnya 6-8 pekan lamanya untuk mengobati pasien penderita cryptococcosis yang tidak mengidap AIDS. Dosis yang disarankan untuk anak-anak adalah 1-2 mg/kg untuk jenis candidosis superficial dan 5 mg/kg untuk cryptococcosis atau candidosis stadium lanjut.

– Pengobatan jangka panjang menggunakan fluconazole dengan tujuan menyembuhkan pasien cryptococcosis yang juga menderita AIDS harus dilakukan pada dosis 200 mg/hari. Untuk mencegah candidosis pada pasien penderita neutropenik, maka dosis yang diberikan adalah 100-400 mg/hari. Pasien-pasien yang memiliki resiko tinggi terhadap serangan infeksi stadium lanjut harus diobati dengan dosis 400 mg/hari dan hal ini harus dimulai beberapa hari menjelang munculnya gejala neotropenia dan berlangsung selama 1 pekan setelah jumlah neutrofil kembali pada kisaran 1 x 109/l.

– Pasien yang menderita gangguan renal harus diberi dosis normal selama 48 hari pertama pengobatan. Segera setelah itu, interval dosis harus dilipatgandakan sampai dengan 48 jam (dengan kata lain, dosis dikurangi setengahnya). Hal ini berlaku bagi pasien yang memiliki tingkat pembersihan kreatinin 21-40 ml/menit. Sedangkan pasien yang memiliki tingkat pembersihan kreatinin 10-20 ml/menit interval dosis adalah 72 jam.

– Pasien yang menderita haemodialysis secara reguler memerlukan dosis yang biasa yang diberikan setelah masing-masing tahap atau sesi dialysis.





Kehamilan dan menyusui : Penggunaan pada masa kehamilan dan menyusui tidak direkomendasikan.



Efek samping : Sakit kepala, nyeri abdominal, diare, dan pu­sing. Ruam pada kulit bisa terjadi tapi jarang. Flukonazol bisa menyebabkan kerusakan hati pada kasus jarang. Fungsi hati harus dimonitor setelah beberapa hari penggunaan obat.

Fluconazole adalah jenis obat yang dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang paling umum terjadi adalah gastrointestinal seperti nausea (mual) dan nyeri pada bagian perut, namun jarang yang memerlukan diskontinuasi perawatan, khususnya pada pasien yang menerima dosis hingga 400 mg/hari. Elevasi asimptomatik transient tingkat transaminase serum relatif biasa terjadi pada pasien penderita AIDS, dan pengobatan harus dihentikan pada pasien penderita hepatitis simptomatik atau penderita gangguan fungsi hati.

Pasien penderita kanker atau AIDS memiliki kemungkinan untuk mengidap sindrom Stevens-Johnson (fatal exfoliative skin rashes), namun hubungan sebab akibat penyakit ini dengan fluconazole belumlah jelas, terutama jika penanganan dilakukan secara terus-menerus dengan obat-obatan jenis lain. Ada baiknya untuk menghentikan konsumsi fluconazole pada pasien penderita infeksi jamur superficial, di mana pasien tersebut mengalami pengelupasan kulit. Pasien penderita infeksi jamur stadium lanjut/berat yang juga mengalami pengelupasan kulit harus diawasi terus perkembangannya dan pemberian obat harus dihentikan jika terjadi luka yang serius atau erythrema multiforme.

Berbeda dengan ketoconazole, fluconazole tidak menghambat metabolisme adrenal maupun steroid testicular manusia. Syaratnya, obat ini dikonsumsi dengan dosis yang tepat.

SUMBER :http://yosefw.wordpress.com


oLEH :
Valentina Dewi Akhila C. (058114066)

Fitriana Annisa S.N. (068114095)

Selasa, 20 Januari 2009

AZITHROMYCIN


MEDIKAMENTOSA - Edisi April 2006 (Vol.5 No.9), oleh daniel

--------------------------------------------------------------------------------

Penanganan communit+y-acquired pneumonia (CAP) masih menjadi tantangan utama bagi internis speliasis paru. Hampir sebagian besar pasien CAP (80%) menjalani rawat jalan. Hal ini sangat berpotensi menyebabkan terjadi resistensi. Meski telah banyak obat baru yang ditemukan untuk menggantikan obat lama seperti penisilin yang telah resisten, namun masalah resistensi tetap saja ibarat PR tak terselesaikan .

Dimahfumi, pengobatan dengan antibiotika memang tak lepas dari bahaya resistensi. Oleh karena itu, terapi antibiotika harus diberikan secara rasional dengan banyak pertimbangan. Selain mempertimbangkan penyakit dan pasien, terapi dengan antibiotika juga harus mempertimbangkan kuman penyebab penyakit. Berikut banyak pertimbangan, baik dari segi penyakit, pasien, dan bahkan kuman penyebab penyakit pada pemilihan antibiotika untuk terapi CAP yang direkomendasi oleh beberapa guideline baik di Amerika maupun di Eropa.

1. Ciprofloksasin

Farmakologi
Ciprofloksasin adalah antibiotika golongan kuinolon. Pada pemberian oral, ciprofloksasin diserap dengan cepat dan baik oleh saluran cerna. Bioavailabilitas mutlak obat ini mencapai 70% tanpa kehilangan berarti pada efek metabolisme lintas pertama di hati. Kadar maksimum dicapai setelah 1-2 jam pemberian oral. Waktu paruh eliminasi serum pada subjek dengan fungsi ginjal normal adalah sekitar 4 jam. Ikatan ciprofloksasin dengan protein serum cukup rendah, sekitar 20-40 %, sehingga tidak cukup untuk menyebabkan interaksi yang kuat dengan obat lain.

Mikrobiologi
Secara in vitro ciprofloxacin ampuh melawan sejumlah besar mikroorganisme gram positif dan negatif. Berikut mikroorganisme yang telah terbukti peka terhadap ciprofloksasin secara in vitro dan klinis.

Mikroorganisme gram positif aerob : Enterococcus faecalis, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis(hanya galur yang rentan dengan methicilin), Staphylococcus saprophyticus, Streptococcus pneumoniae (hanya yang sensitif terhadap galur penisilin), dan Streptococcus pyogenes.

Mikroorganisme gram negatif aerob : Campylobacter jejuni, Citrobacter diversus, Citrobacter freundii, Enterobacter cloacae, Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Haemophilus parainfluenzae, Klebsiella pneumoniae, Moraxella catarrhalis, Morganella morganii, Neisseria gonorrhoeae, Proteus mirabilis,Proteus vulgaris Providencia stuartii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, Serratia marcescens, Shigella boydii, Shigella dysenteriae, Shigella flexneri, dan Shigella sonnei.

Efek bakterisidal ciprofloksasin berasal dari inhibisi enzim topoisomerase II (DNA gyrase) dan topoisomerase IV, yang dibutuhkan untuk replikasi, transkripsi, perbaikan, dan rekombinasi DNA. Mekanisme kerjanya yang berbeda dengan penisilin, sefalosporin, aminoglikosida, makrolida, dan tetrasiklin ini, membuat ciprofloksasin bisa menjadi pilihan bagi mikroorganisme yang telah resisten dengan kelas antibiotika tersebut.

Indikasi
Infeksi saluran napas, infeksi saluran kemih, infeksi tulang dan sendi, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi gastrointestinal, gonorrhoea akut, dan osteomielitis akut.

Dosis & Cara Pemberian
Infeksi saluran napas bawah : ringan/sedang 500 mg 2 kali sehari. Pada infeksi parah, dosis ditingkatkan jadi 750 mg 2 kali sehari.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap ciprofloksasin dan anggota kelas kuinolon lainnya.

Interaksi
Pemberian bersama makanan akan menunda absorpsi ciprofloksasin. Antasid yang mengandung aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida mengurangi bioavailabilitas ciproploksasin paling banyak 90 %. Ciprofloksasin bisa mengurangi klirens teofilin dan kafein jika diberikan berbarengan. Hal ini bisa meningkatkan kadar plasma kedua obat tersebut.

Efek Samping
Biasanya bisa timbul nausea, abdominal discomfort, dispepsia, flatulens, diare, stomatitis, kolitis pseudomembran, sakit kepala, pusing, malaise, drownsiness, kelelahan, agitasi, insomnia. Jarang terjadi efek seperti depresi, halusinasi, gangguan penglihatan, psikosis dan konvulsi, serta ruam pada kulit.

Nama dagang
Bactiprox, Bernoflox, Bidiprox, cetafloxo, Ciprofloxacin Hexapharm, Ciprofloxacin OGB Dexa, Ciproxin/Ciproxin SR, Coroflox, Corsacin, Cylowam, Disfabac, Duflomex, Floxbio, Floxifar, Girabloc, Interflox, Isotic Renator, Kifarox, Lapiflox, Licoprox, Mecoquin, Meflosin, Mensipox, Pilaflox, Phaproxin, Poncoflox, Proxitor, Qilaflox, Quidex, Quinobiotic, Renator, Scanax, Tequinol, Vidintal, Viflox, Vioquin, Wiaflox, Ximex Cylowam, dan Zumaflox.


2. Piperasilin/tazobaktam

Farmakologi
Piperasilin merupakan generasi teranyar penisilin yang tergolong dalam kelas ureidopenisilin. Agar efikasinya tak terusik oleh enzim betalaktamase, maka piperasilin dikombinasi dengan tazobaktam, suatu inhibitor beta laktamase. Konsentrasi puncak plasma kedua obat tersebut dicapai segera setelah pemberian infusi intravena. Piperasilin dimetabolisme menjadi metabolit disetil piperasilin yang sedikit aktif secara mikrobiologi. Sementara tazobaktam dimetabolisme menjadi metabolit tunggal yang tak berefek. Keduanya dieliminasi melalui ginjal oleh filtrasi glomerular dan sekresi tubular. Piperasilin dan tazobaktam terikat dengan protein plasma sekitar 30%. Kedua obat ini didistribusikan secara luas kedalam jaringan dan cairan tubuh, meliputi mukosa intestinal, gallbladder, paru, jaringan reproduksi wanita, cairan interstisial, dan empedu. Seperti penisilin lain, distribusi keduanya ke cairan serebrospinal rendah pada subjek tanpa peradangan selaput otak.

Mikrobiologi
Piperasilin bersifat bakterisidal dengan menghambat pembentukan septum dan sintesis dinding sel bakteri. Secara in vitro, piperasilin efektif melawan sejumlah besar bakteri aerob gram positif dan negatif serta anaerob. Kombinasi piperasilin dan tazobaktam telah terbukti efektif melawan galur ini baik secara in vitro maupun pada infeksi klinis.

Mikroorganisme aerob dan fakultatif gram positif: Staphylococcus aureus (tak termasuk isolat yang resisten terhadap metisilin dan oksasilin).

Mikroorganisme aerob dan fakultatif gram negatif: Acinetobacter baumanii, Escherichia coli, Haemophilus influenzae (tak termasuk ß -lactamase negative, isolate resisten ampisilin), Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa (diberi kombinasi dengan suatu aminoglikosida).

Anaerob gram positif : Bacteroides fragilis group (B. fragilis, B. ovatus, B. thetaiotaomicron, and B. vulgatus)

Indikasi
Infeksi saluran napas bawah, saluran kemih, intraabdominal, kulit, bakterial septicemia, dan infeksi polimikrobial.

Dosis & Cara Pemberian
Dewasa & anak > 12 tahun : 2,25-4,5 gr tiap 8 jam. Insufisiensi ginjal : klirens kreatinin 20-80 mL/mnt (4,5 gr tiap 8 jam) dan klirens kreatinin <>
3. Azitromisin

Farmakologi
Azitromisin adalah antibiotik golongan makrolida pertama yang termasuk dalam kelas azalide. Azitromisin diturunkan dari eritromisin dengan menambahkan suatu atom nitrogen ke cincin lakton eritromisin A. Pemberian azitromisin secara oral diserap secara cepat dan segera didistribusi ke seluruh tubuh. Distribusi azitromisin yang cepat ke dalam jaringan dan konsentrasi yang tinggi dalam sel mengakibatkan kadar azitromisin dalam jaringan lebih tinggi dari plasma atau serum. Sebuah studi memperlihatkan bahwa makanan meningkatkan kadar maksimum (Cmax ) hingga 23% tapi tidak ada perubahan pada nilai AUC.

Mikrobiologi
Azitromisin beraksi menghambat sintesis protein mikroorganisme dengan mengikat ribosom subunit 50S. Azitromisin tidak mengusik pembentukan asam nukleat. Azitromisin aktif terhadap mikroorganisme berikut berdasarkan in vitro dan infeksi klinis.

Bakteri aerob gram positif : Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, Streptococcus pneumoniae, dan Streptococcus pyogenes.

Bakteri aerob gram negatif : Haemophilus ducreyi, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan Neisseria gonorrhoeae.

Mikroorganisme lainnya : Chlamydia pneumoniae, Chlamydia trachomatis, dan Mycoplasma pneumoniae.

Azitromisin memperlihatkan resistensi silang dengan galur gram positif resisten eritromisin. Sebagian besar galur Enterococcus faecalis dan methicillin-resistant staphylococci resisten terhadap azitromisin.

Indikasi
Infeksi saluran napas bawah dan atas, kulit, dan penyakit hubungan seksual.

Dosis & Cara Pemberian
Dewasa dan lansia : 500 mg per hari selama 3 hari

Anak > 6 bulan : dosis tunggal 10 mg/kg selama 3 hari.

Efek samping
Mual, rasa tidak nyaman di perut, muntah, kembung, diare, gangguan pendengaran, nefritis interstisial, gangguan ginjal akut, fungsi hati abnormal, pusing/vertigo, kejang, sakit kepala, dan somnolen.

Interaksi
Antasid yang mengandung aluminium dan magnesium mengurangi kadar puncak plasma (rate of absorption) azitromisin, namun nilai AUC (extent of absorption) tak berubah. Azitromisin mengurangi klirens triazolam sehingga meningkatkan efek farmakologinya.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap azitromisin atau makrolida lainnya.

Nama dagang
Aztrin, Mezatrin, Zibramax, Zifin, Zithromax, dan Zycin


(Arnita)

SEBUT MEREKA GENERIK BERMEREK


SEBUTLAH MEREKA ITU (BRANDED/MEREK) OBAT GENERIK BERMEREK


Media cenderung menggunakan istilah ‘obat paten’ sebagai lawan dari ‘obat generik’.

Contoh Berita di Media :

Dinas Kesehatan Yogyakarta mengimbau pihak rumah sakit yang kekurangan obat untuk mengganti obat generik dengan obat paten .

Untuk mengatasi kelangkaan obat generik, Dinas Kesehatan sudah mengirim surat kepada rumah sakit-rumah sakit baik negeri maupun swasta di Yogyakarta, supaya mengganti pemakaian obat generik dengan obat paten. Namun, harga obat paten itu harus dicarikan yang sama dengan obat generik DLL....

Sebenarnya ini adalah salah kaprah, karena istilah yang seharusnya dipakai adalah ‘obat bermerek’, bukan ‘obat paten’ (sic).

MAU TAHU JAWABANYA.......?

Pada saat perusahaan farmasi menemukan sebuah obat untuk mengobati penyakit tertentu, biasanya mereka langsung mendaftarkan paten untuk obat tersebut. Paten memiliki jangka waktu yang berbeda untuk negara yang berbeda. Menurut UU No. 14 Tahun 2001 masa berlaku paten di Indonesia adalah 20 tahun. Selama 20 tahun itu, perusahaan farmasi tersebut memiliki hak eksklusif di Indonesia untuk memproduksi obat yang dimaksud. Perusahaan lain tidak diperkenankan untuk memproduksi dan memasarkan obat serupa kecuali jika memiliki perjanjian khusus dengan pemilik paten.

Pada masa ini, penggunaan istilah ‘obat paten’ masih bisa dibenarkan (walaupun mungkin lebih tepat ‘obat berpaten’). Dalam 20 tahun masa berlakunya paten ini, semua obat dengan kandungan yang sama adalah hasil produksi dari perusahaan farmasi pemilik paten atau perusahaan lainnya yang memiliki perjanjian khusus dengan perusahaan tersebut. Dengan demikian, pada masa tersebut semua obat dengan kandungan yang sama adalah ‘obat paten’.

Setelah paten tersebut kadaluwarsa, pemilik paten tidak lagi memiliki hak eksklusif. Perusahaan farmasi lain dapat secara legal memproduksi dan memasarkan produk dengan kandungan yang sama tanpa harus menjalin kerjasama khusus dengan perusahaan pemilik paten. Perusahaan farmasi lain kini dapat memproduksi dan memasarkan produk yang kita kenal sebagai ‘obat generik’.

Walaupun patennya sudah kadaluwarsa, merk dagang dari obat yang dipasarkan selama 20 tahun pertama tersebut tetap menjadi milik perusahaan yang dulunya memiliki paten atas obat tersebut. Perusahaan lain kini memang berhak untuk memproduksi obat yang memiliki kandungan yang sama, tetapi perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan merk dagang yang digunakan perusahaan yang sebelumnya memegang hak paten atas obat tersebut. Perusahaan-perusahaan ini dapat menggunakan merk generik atau menggunakan merk milik sendiri. Jika perusahaan farmasi menggunakan merk sendiri, terkadang ini dinamakan sebagai ‘obat generik bermerk’.

Sebagai contoh perusahaan farmasi Pfizer memiliki hak paten atas produk Norvasc®, sebuah obat anti hipertensi. Paten ini kadaluwarsa pada bulan September 2007. Karena paten ini, tidak ada obat lain dengan kandungan yang sama di negara-negara yang mengakui paten ini. Jika ada, maka itu adalah akibat dari kerjasama khusus dengan Pfizer. Setelah bulan September 2007, paten ini kadaluwarsa dan perusahaan-perusahaan farmasi lain baru akan dapat memproduksi obat dengan kandungan yang sama. Walaupun demikian, perusahaan-perusahaan ini tidak dapat menggunakan merk dagang Norvasc® yang tetap menjadi hak milik eksklusif Pfizer. Perusahaan-perusahaan ini dapat menggunakan nama generik Amlodipine atau menggunakan merk sendiri. Obat-obatan yang menggunakan nama generik ini kita sebut sebagai ‘obat generik’. Sedangkan Pfizer akan tetap dapat terus memproduksi Norvasc® yang lebih tepat jika kita sebut dengan ‘obat bermerek’. JADI BUKAN OBAT PATEN LAGI SON....!.

Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan ‘obat paten’ yang ditulis pada media-media massa akhir-akhir ini sebenarnya lebih tepat jika disebut sebagai ‘obat bermerek’. Sedangkan penggunaan istilah ‘obat paten’ adalah salah karena patennya sendiri sudah kadaluwarsa dan tidak berlaku lagi.

Catatan tambahan:
Amerika Serikat menganut sistem patent dan exclusivity untuk produk obat-obatan. Ini berbeda dengan Indonesia yang hanya menganut sistem paten. Contoh di atas menggunakan contoh negara Amerika Serikat. Yang dimaksud dengan ‘paten’ di contoh tersebut sebenarnya adalah ‘paten dan eksklusivitas’

Senin, 21 Juli 2008

ASAM URAT



ASAM URAT

dr. Lucky Sputra, Bagian Penelitian dan Pengembangan IDI Cabang Bandung.





A.ASAM URAT

SEBENARNYA yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein). Penyakit radang sendi akibat peningkatan kadar asam urat darah disebut dengan artritis gout atau artritis pirai. Bila tidak diobati secara memadai penyakit gout ini dapat menyebabkan kerusakan sendi. Artritis gout yang akut disebabkan oleh reaksi radang jaringan terhadap pembentukan kristal urat. Pada sebagian besar kasus gout riwayat penyakit dan gambaran klinis bersifat khusus, sehingga kadang-kadang diagnosis dapat langsung ditegakkan.
B.GEJALA
Gejala atau gambaran klinis sering kali mempunyai riwayat penyakit yang khas yaitu:
- Artritis akut: Artritis akut ini bersifat sangat berat. Pasien tidak dapat berjalan (kalau yang terkena adalah kaki), tidak dapat memakai sepatu, dan tidur dapat terganggu. Perasaan sakit sangat hebat. Rasa sakit ini mencapai puncaknya dalam 24 jam setelah mulai timbul gejala pertama.
-Lokasi sendi: Serangan akut biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja) disertai gejala lengkap proses radang, yaitu: merah, bengkak, teraba panas, dan sakit. Lokasi yang paling sering pada serangan pertama adalah sendi pangkal ibu jari kaki. Hampir pada semua kasus, lokasi artritis terutama pada sendi perifer dan jarang pada sendi sentral.
-Sembuh sempurna antara serangan akut. Serangan akut dapat membaik pada serangan pertama, selanjutnya diikuti oleh sembuh sempurna tanpa gejala sampai serangan berikutnya. Apabila keadaan hiperurisemia (peninggian kadar asam urat darah) tidak dikoreksi maka akan timbul artritis gout yang menahun. Pada keadaan sembuh di luar serangan akut pasien dapat bekerja normal seperti biasanya.
-Hiperurisemia. Keadaan hiperurisemia tidak selalu sama dengan atritis gout akut. Artinya tidak selalu artritis gout akut disertai dengan peningkatan kadar asam urat darah. Banyak orang dengan peningkatan kadar asam urat darah, namun tidak pernah menderita serangan artritis gout ataupun terdapat tofi. Ada peneliti yang mengatakan bahwa artritis gout dan hiperurisemia secara genetik ditentukan oleh gen yang berbeda. Naik turunnya kadar asam urat darah dapat mencetuskan serangan artritis gout akut.
-Tofi, adalah penimbunan kristal urat pada jaringan. Mempunyai sifat yang khas sebagai benjolan di bawah kulit yang bening. Tofi paling sering timbul pada seseorang yang menderita artritis gout lebih dari 10 tahun. Tofi dapat timbul tanpa gejala, misalnya pada jaringan tulang rawan di telinga. Pada artritis gout akut yang berat tofi dapat timbul pada serangan pertama misalnya pada sendi pangkal ibu jari dan sendi ibu jarinya sendiri. Tofi dengan hiperurisemia yang tidak terkontrol, akan bertambah besar yang dapat menyebabkan perubahan bentuk dan gangguan fungsi persendian.
-Artritis gout yang tidak khas. Pada penyakit ini tidak ditemukannya gejala artritis, monoartikular dan sembuh sempurna. Tofi yang biasanya baru ditemukan pada pasien yang sudah lama menderita artritis gout bisa ditemukan pada serangan pertama. Dari riwayat penyakit tidak didapat gambaran sakit yang hebat, tidur normal dan dapat berjalan biasa. Pada kasus yang jarang, dapat menyerang banyak sendi, terdapat penimbunan urat pada otot sekitar mata, kornea dan lensa mata. Juga bisa didapatkan penimbunan pada otot jantung, katup jantung. Juga bisa didapatkan serangan primer pada ginjal tanpa gejala artritis gout pada sendi.
C. Penatalaksanaan artritis gout:
1. Meredakan radang sendi (dengan obat-obatan dan istirahat sendi yang terkena).
2. Pengaturan asam urat tubuh (dengan pengaturan diet dan obat-obatan).
Tujuan utama pengobatan artritis gout adalah:
a. Mengobati serangan akut secara baik dan benar
b. Mencegah serangan ulangan artritis gout akut
c. Mencegah kelainan sendi yang berat akibat penimbunan kristal urat
d. Mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat peningkatan asam urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah.
e. Mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.
Makin cepat seseorang mendapat pengobatan sejak serangan akut, makin cepat pula penyembuhannya.
Pengobatan dapat diberikan obat anti inflamasi nonsteroid (antirematik) dan obat penurun kadar asam urat (obat yang mempercepat/meningkatkan pengeluaran urat lewat kemih atau obat yang menurunkan produksi asam urat).
(Langkah pertama untuk mengurangi nyeri adalah mengendalikan peradangan. Pengobatan tradisional untuk gout adalah kolkisin. Biasanya nyeri sendi mulai berkurang dalam waktu 12-24 jam setelah pemberian
kolkisin dan akan menghilang dalam waktu 48-72 jam. Kolkisin diberikan
dalam bentuk tablet, tetapi jika menyebabkan gangguan pencernaan, bisa diberikan secara intravena. Obat ini seringkali menyebabkan diare dan bisa menyebabkan efek samping yang lebih serius (termasuk kerusakan sumsum tulang).
Saat ini obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen dan indometasin) lebih banyak digunakan daripada kolkisin dan sangat efektif mengurangi nyeri dan pembengkakan sendi. Kadang diberikan kortikosteroid (misalnya prednison). Jika penyakit ini mengenai 1-2 sendi, suatu larutan kristal kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. Pengobatan ini sangat efektif untuk mengakhiri peradangan yang disebabkan oleh kristal urat.
Kadang obat pereda nyeri ditambahkan untuk mengendalikan nyeri (misalnya kodein dan meperidin). Untuk mengurangi nyeri, sendi yang meradang sebaiknya diistirahatkan dahulu.
Obat-obat seperti probenesid atau sulfinpirazon berfungsi menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan jalan meningkatkan pembuangan asam urat ke dalam air kemih. Aspirin menghambat efek probenesid dan sulfinpirazon, sehingga sebaiknya tidak digunakan pada saat yang bersamaan. Jika diperlukan obat pereda nyeri, lebih baik diberikan asetaminofen atau obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen).
Jika pembuangan asam urat meningkat, dianjurkan untuk minum banyak air (minimal 2 liter/hari) untuk membantu mengurangi resiko kerusakan sendi dan ginjal.
Allopurinol merupakan obat yang menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh. Obat ini terutama diberikan kepada penderita yang memiliki kadar asam urat yang tinggi dan batu ginjal atau mengalami kerusakan ginjal. Allopurinol bisa menyebabkan gangguan pencernaan, timbulnya ruam di kulit, berkurangnya jumlah sel darah putih dan kerusakan hati.)
D. Pengaturan diet
Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Makanan yang mengandung purin tinggi (golongan A) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng. Makanan yang mengandung purin sedang (golongan B) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung. Makanan yang mengandung purin lebih ringan (golongan C) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan. Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengonsmsi bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta disarankan untuk banyak minum air putih. Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala peninggian asam urat darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Senin, 14 Juli 2008

MIKROBIOLOGI


PENGANTAR ANTIMIKROBA


Disampaikan Oleh :

Mr. Gatot Mudjiono

Product Manager


MEKANISME PERTAHANAN TUBUH

Keutuhan tubuh dipertahankan oleh sistem pertahanan yang terdiri dari :

    • Sistem Imun Non Spesifik ( Natural = Alamiah )

    • Sistem Imun Spesifik ( Acquired = Didapat )

Sistem Imun Non Spesifik : Merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroorganisme, disebut non spesifik karena memang tidak ditujukan kepada mikroorganisme tertentu.

Komponen komponen sistem Imun Non Spesifik terdiri atas :

a. Pertahanan Fisis dan Mekanis

b. Pertahanan Biokimia

c. Pertahanan Humoral

d. Pertahanan selular


    1. Pertahanan Fisis dan Mekanis

Kulit, selaput lendir, silia saluran nafas, batuk dan bersin dapat mencegah masuknya berbagai kuman patogen dalam tubuh.

    1. Pertahanan Biokimia

Bahan yang diekskresi selaput lendir saluran nafas, Kelenjar sebaseus kulit, kelenjar kulit, telinga berperan dalam pertahanan tubuh. Juga asam HCl dalam cairan lambung, lisosim dalam keringat, air ludah, air mata dan air susu dapat melindungi tubuh terhadap kuman gram-positif.

    1. Pertahanan Humoral ( Cairan )

Berdasarkan kerja dari beberapa unsur seperti komplemen ( mengaktifkan fagosit dan mengadakan opsonisasi ), interferon mempunyai sifat anti Virus dan dapat mengaktifkan sel Natural Killer ) dan C-reaktif protein ( dibentuk tubuh sewaktu infeksi dan berperan sebagai serta mengaktifkan komplemen ).

d. Pertahanan selular

Fagosit ( Proses yang meliputi kemotaksis, menangkap, membunuh dan mencerna kuman ) terutama diperankan oleh sel mononuklear ( Monosit dan makrofag ) dan sel polimorfonuklear ( netyrofit ).

Sel Natural Killer dapat menghancurkan sel tubuh yang mengandung virus atau sel neoplasma.


SISTEM IMUN SPESIFIK

Sistem imun spesifik mempunyai kemampuan untuk mengenal benda yang dianggap asing bagi dirinya. Benda asing yang pertama timbul akan dikenal oleh sistem imun spesifik dan akan men-sensitisasi sistem tersebut. Bila sel dari sistem tersebut bertemu kembali dengan benda asing yang sama, benda tersebut akan dikenali lebih cepat dan dihancurkan.


Sistem imun spesifik dapat bekerja sendiri, tetapi umumnya terjalin kerjasama yang baik antara antibodi, komplemen, fagosit, dan antara sel T-makrofag.

    1. Sistem Imun Spesifik Humoral

Yang berperan adalah limfosit B atau sel B. Bila sel B dirangsang benda asing, sel tersebut akan berproliferasi ( memperbanyak diri ) dan ber-differensiasi (alih fungsi ) menjadi plasma yang dapat membentuk antibodi. Antibodi dapat ditemukan dalam serum dan fungsi utama antibodi adalah mempertahankan tubuh dari infeksi bakteri, virus dan melakukan netralisasi toksin.

    1. Sistem imun spesifik Selular.

Yang berperan adalah limfosit T atau sel T. Berasal dari sel yang sama seperti sel


B, proliferasi dan differensiasi nya terjadi dikelenjar Timus. Sel T terdiri dari beberapa sel subsetyang mempunyai fungsi yang berlainan.

Fungsi Sel T pada umumnya adalah

    • Membantu sel B dalam produksi antibodi

    • Mengenal dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus

    • Mengaktifkan makrofag dalam fagositosis

    • Mengontrol ambang dan kualitas sistem imun

Infeksi dan Peradangan (inflamasi

Infeksi adalah proses masuknya mikroorganisme( Kuman, virus dan lain-lain ) ke dalam tubuh manusia. Meskipun MO tersebut mempunyai kemampuan untuk menimbulkan penyakit ( patogen ) tetapi tidak selalu hal ini akan menyebabkan seseorang menjadi sakit secara klinis.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang yang dimasuki MO akan menjadi sakit, al :

  • Jumlah kuman yang masuk

  • Virulensi ( Keganasan ) kuman

  • Daya tahan tubuh manusia sendiri


Inflamasi adalah suatu proses peradangan yang merupakan reaksi dari tubuh untuk mengatasi infeksi atau keadaan tertentu lainnya. Dalam proses ini akan terjadi pengumpulan sel-sel lekosit, pelepasan berbagai zat ( prostaglandin dan lain-lainnya ) sehingga secara klinis akan terlihat beberapa gejala seperti Calor (panas), rubor ( kemerahan ), tumor ( pembengkakan ), dolor ( sakit ), functio laesa (fungsi yang terganggu ).

Introduction

Antimikroba adalah obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia.

Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi yang dapat menghambat pertumbuhan atau dapat membasmi mikroba jenis lain.

Desinfektan adalah Zat ( biasanya Kimia ) yang dipakai untuk membunuh organisme patogen ( kecuali spora kuman ), dilakukan terhadap benda mati.

Kemoterapetika adalah zat kimia yang dipergunakan dalam pengobatan berbagai penyakit termasuk infeksi.


Syarat obat yang dapat dipakai bagi manusia adalah yang bersifat toksisitas Selektif yaitu sangat toksik terhadap mikroba tapi relatif tidak toksik terhadap hospes ( manusia ).

Berdasarkan aktivitasnya ada dua yaitu bakteriostatik yaitu bersifat menghambat pertumbuhan bakteri dan bakteriosida bersifat membunuh pertumbuhan bakteri.

Kadar minimal obat yang diperlukan untuk menghambat atau membunuh bakteri masing2 disebut Kadar Hambat Minimum ( KHM ) dan kadar bunuh minimum ( KBM )

Berdasarkan spektrum dibedakan broad spektrum dan narrow spektrum.



MIKROBIOLOGI

Mikroba dibagi dalam tiga bentuk :

  1. KOKUS

Berbentuk bulat dan dapat tersusun sebagai berikut :

    • Mikrokokus : tersendiri ( single )

    • Diplokokus : Berpasangan dua dua

    • Pneumokokus : Diplokokus berbentuk lanset

    • Gonokokus : Diplokokus berbentuk biji kopi

    • Tetrade : Tersusun rapi dlm kelompok empat sel

    • Sarsina : Klpk 8 sel tersusun rapi bentuk kubus

    • Streptokokus : Tersusun sepeti rantai

    • Staphylococcus : Bergerombol tak teratur seperti untaian buah anggur.

Mikroba dibagi dalam tiga bentuk :

2. BASILUS / BATANG

Kuman berbentuk batang dengan panjang bervariasi 2 – 10 kali diameter kuman tersebut :

    • Kokobasilus : batang sangat pendek menyerupai kokus.

    • Fusiformis : Dengan kedua ujung batang meruncing

    • Streptobasilus : Sel-sel bergandengan membentuk silamen

  1. SPIRAL

    • Vibrio : Berbentuk batang bengkuk

    • Spirilum: Berbentuk spiral kasar dan kaku tidak fleksibel dan dapat bergerak dg flagel.

    • Spiroketa : Berbentuk spiral halus, elastis dan fleksibel, dapat bergerak dengan aksial filamen.



Penggolongan MO berdasarkan Pewarnaan

Salah satu cara penggolongan MO adalah dengan pewarnaan gram dimana akan didapat MO yang menahan zat warna dan berwarna ungu disebut sebagai Gram positif, dan yang tidak mengambil warna gram akan berwarna merah disebut Gram negatif.

Sebagai catatan :

Kuman berbentuk kokus yang patogen bagi manusia bersifat gram positif, kecuali famili Neissericeae

Kuman berbentuk batang dan spiral yang patogen bagi manusia bersifat gram negatif, kecuali Mycobacterium, corynebacterium, Listeria, Bacillus dan Clostridium

Berdasarkan kebutuhan akan oksigen MO dibedakan 5 Golongan :

  1. Kuman anaerob obligat

Hidup tanpa O2 krn O2 toksis terhadap gol kuman ini

  1. Kuman anaerob aerotoleran

Tidak mati dengan adanya O2

  1. Kuman aerob fakultatif

Mampu tumbuh baik dalam suasana dengan atau tanpa O2

  1. Kuman aerob obligat

Tumbuh subur bila ada 02 dalam jumlah besar

  1. Kuman mikroaerofilik

Hanya tumbuh baik dalam tekanan 02 yang rendah


Contoh contoh Kuman :

  • Kuman gram positif, aerob :

Meliputi kuman kokus ( Streptococcus, Staphylococcus ), basilus ( Saprofit ), Spiral ( Treponema, Leptospira ), batang ( Korinebakterium) dll, Yang paling sering menyebabkan infeksi adalah kokus dan spiral.

  • Kuman gram-possitif, anaerob : terpenting batang (Klostridia ).

  • Kuman Gram negatif aerob : Kokus ( Neiseria, Pneumokokus ), kuman kuman enterik (Escherichia, Klebsiela, Enterobakter), Salmonella, Shigela, Vibrio, Pseudomonas, Hemofilus, dll.

  • Kuman Gram negatif anaerob : Bakteroides dan Fusobakterium


KLASIFIKASI ANTI MIKROBA

Klasifikasi antimikroba berdasarkan : STRUKTUR KIMIA

  1. PENICILLIN

Struktur dasar dr gol ini adalah suatu cincin thiazolidin yg berhub dg cincin β-laktam, dmn terikat suatu rantai samping.

Ditemukan pertama kali oleh A. Fleming, tahun 1928 dari jamur golongan Penicillium.

Sekarang penicillin alami yang masih digunakan adalah Penicillin G ( Benzylpenicillin ), sedangkan penggunaan yang paling luas adalah penicillin semi sintetik ( asam aminopenicillinate ).

Mekanisme resistensi thd penicillin dapat disebabkan oleh bbrp hal :

  1. Perbedaan struktur dr PBP ( Penicillin Binding Protein ) yang mrpk target dr obat ini.

  2. Ketidak mampuan obat untuk menembus tempat kerjanya.

Kemampuan bakteri merusak cincin B laktam melalui enzim B laktamase terutama bakteri Gram positif.





EFEK FARMAKOLOGI PENICILLIN

  • Penicillin G dan turunan dekatnya Penicillin V sangat aktif thd gram positif, tp mudah dihidrolisa oleh enzim penicillinase shg kebanyakan tidak efektif thd strain staphylococcus aureus.

  • Penicillin yg resisten thd penicillinase ( Metisilin, nafsilin, oksasilin, kloksasilin ) memiliki aktifitas antimikrobial yg kurang dibanding Penicillin G, ttp efektif thd staphylococcus aureus yg menghasilkan penicillinase.

  • Ampicillin, Amoxicillin, Bakampisilin dll mrpk sekelompok penicillin yg aktifitasnya meliputi MO gram negatif spt Haemophilus influensa, E. Coli dan Proteus Mirabilis.Kekurangannya adalah mudah di-hidrolisa oleh B-laktamase spektrum luas yg semakin banyak ditemukan pd kuman gram negatif.

  • Efek antimikrobial dr karbenisilin dan Tikarsilin diperluas shg mencakup Pseudomonas, Enterobakter dan Proteus.


KLASIFIKASI ANTI MIKROBA


CEPHALOSPORIN

Ditemukan scr alamiah, stl ditemukannya inti aktif dr sefalosporin ( asam 7-aminosephalosporanat ) mk dibuat scr semi sintetik.

Inti aktif tsb juga merupakan cincin B laktam. Klasifikasi sephalosporin berdasarkan Generasi yg ditentukan oleh aktifitas antimikrobial.





GENERASI

GENERIK

SPEKTURM ANTIBAKTERI

Pertama

Sefazolin

Sefalotin

Sefaleksin

Streptococcus*, staphylococcus aureus**

Tak aktif thd Enterococcus atau Listeria

Kedua

Sefuroksim

Sefaklor


Sefoksitin

Sefotetan

E. Coli, Klebsiela, Proteus, H. influensae

Moraxella catarchalis, tdk seaktif gen I thd gram positif

Seperti sefuroksim, dg tamh aktifitas thd bakteroides fragilis

Ketiga

Sefotaksim

Seftriakson

Seftazidin

Sefodizim

Enterobacteriaceae, Pseudomonas aeroginosa, Serratia, N. Gonorrhea, Aktifitas thd S. aureus dan S. pyogenes seimbang dg generasi pertama.

Keempat

Sefepim

Sebanding dg generasi ketiga tetapi lebih resisten terhadap B-laktamase



ANTIBIOTIK B-LAKTAM LAINNYA.

Beberapa AM dg struktur inti B-laktam ttp bukan termasuk gol Penicillin maupun Cephalosporin telah dikembangkan, misalnya gol Karbapenem ( Imipenem, Meropenem dan Aztreonam ).

Imipenem : Dipasarkan dalam kombinasi dg cilastatin, yg menghambat degradasi imipenem oleh enzim dipeptidase di tubulus ginjal. Sebagaimana Antibiotik B-laktam lainnya, berikatan pada Protein Pengikat Penicillin ( PBP ), mengganggu sintesa dinding sel bakteri dan menyebabkan kematian MO yg sensitif. Sangat resisten thd hidrolisa oleh kebanyakan B-laktamase. Penggunaan meliputi berbagai macam infeksi termasuk sal kemih, saluran nafas bawah, rongga perut dan kandungan, kulit, jaringan lunak, tulang dan sendi. Kombinasi kedua obat terutama berguna bagi infeksi campuran yg disebabkan infeksi nosokomial.

Meropenem : Tidak perlu diberikan dlm kombinasi dg cilastatin, krn tdk sensitif thd dipeptidase. Secara in-vitro aktivitasnya sama dg imipenem, dg aktivitas thd bbrp macam Pseudomonas aeruginosa yg resisten-imipenem, ttp kurang aktif thd kokus gram positif.


Aztreonam : Resisten thd banyak B-laktamase yg dihasilkan oleh kebanyakan bakteri gram negatif. Aktivitas AM aztreonam berbeda dg AM B-laktam lainnya dan menyerupai aminogikosida. Bakteri gram positif dan anaerob umumnya resisten ttp aktivitas thd Enterobacteriaceae dan Pseudomonas sangat baik. In vitro sangat aktif thd H. Influenzae dan Gonokokus.

Untuk mencegah perusakan AM B-laktam oleh B-laktamase :

. Asam Klavulanat ( dikombinasi dengan amoxicillin ).

. Sulbactam ( dikombinasi dengan ampicillin )

. Tazobactam ( dikombinasi dengan piperacillin )



AMINOGLYCOSIDE


Semua Aminoglycosida mengandung gula amino yang tergabung dengan cicin heksosa / aminosiklitol melalui ikatan glikosidik. Sifat farmakokinetik yang dimiliki antara lain tidak diserap baik pada pemberian per oral, konsentrasi dlm cairan serebrospinal tidak memadai dan di ekskresi dengan relatif cepat oleh ginjal normal.

Aminoglycoside terutama digunakan dalam pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri aerobik gram-negatif, bekerja dengan mengganggu sintesa protein mikroorganisme yang sensitif dan bersifat bakterisid ( dose-dependent ).

Efek post-antibiotik ( sifat bakterisida yang tersisa stl kons obat menurun dibawah kadar hambat minimum ) mrpk karakteristik golongan obat ini.

Efek toksis terutama nephrotoksisitas thd ginjal dan ototoksisitas pada telinga, baik alat pendengaran maupun alat keseimbangan.

Beberapa AB yang termasuk gol Amynoglikosida

  • Streptomycin

Terbukti menghambat pertumbuhan basil tuberkulosis dan bbrp jenis MO aerobik gram positif/gram negatif. Penggunaan klinis terbatas krn timbulnya resisten dan kini hanya digunakan pd bbrp macam endokarditis krn streptococcus / enterococcus, tularemia, plaque dan tuberkulosis ( terutama yang disebabkan oleh strain yang resisten thd bbrp jenis obat ).

  • Neomycin

Yang masih digunakan adalah Neomycin B scr topikal atau oral unt mendptkan efek pada flora usus dan paromomisin.

  • Kanamycin

  • Aktif thd bermacam jenis MO. Krn sifat toksik dan timbulnya resistensi mk telah diganti oleh Aminoglikoside yg lbh baru, termasuk didalamnya Tobramycin dan AmikasinGentamicin dan Netilmicin

Keduanya mrpk antibiotika spektrum luas dan masih digunakan scr luas. Termasuk didalamnya adalah Sisomisin.

Efek samping :

- Pada pemakaian dosis tinggi / lama akan terjadi Ototoksisitas pada telinga baik berupa gangguan pendengaran maupun keseimbangan umumnya bersifat irreversible.

- Nefrotoksik – Gangguan ginjal

- Gangguan sistem saraf – disfungsi saraf optik – penglihatan.


  • Tetracycline

- AB Berspektrum luas

- Bersifat bakteriostatik

- Efektif untuk Gram pos, gram neg, aerob dan anaerob

- Mekanisme kerjanya menghambat sintesa protein bakteri

- Efek samping : iritasi saluran cerna ( Oral ), nefrotoksik, perubahan gigi menjadi warna kecoklatan bila diberikan pada anak atau wanita hamil.

  • Chloramphenicol

- Mengandung struktur nitrobenzen dan derivat asam dikloroasetat

- Bersifat Bakteriostatik

- Mekanisme kerjanya menghambat sintesa protein bakteri.

- Efektif H. influenzae, N. meningitis, Strep. Pneumoniae.


  • Chloramphenicol

- Efektif untuk kasus kasus typoid, meningitis bakterial

- Efek samping : toksisitas pada sungsum tulang, dapat menimbulkan anemia, lekopenia.


Introduction



Prinsip penggunaan antibiotik :

  1. Penyebab Infeksi, Pemberian AB yang paling ideal adalah berdasarkan pemeriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman ( sensitifitas tes ).

  2. Faktor Pasien, tgt fungsi ginjal, hati, riwayat alergi, anak, hamil dll.